Gairah Turun, Ini dia Solusinya!


KEINTIMAN seksual sangat menentukan romansa sebuah hubungan yang dibina. Karenanya, jagalah selalu ketintiman fisik dengan pasangan agar pernikahan Anda selalu bahagia.

Lamanya pernikahan kerap menimbulkan kejenuhan pada pasangan, terutama untuk urusan ranjang. Melewatkan hari-hari tanpa ketidakcocokan seksual hanya akan menjadi angin topan bagi mahligai pernikahan Anda. Ujung-ujungnya, ketidakcocokan tersebut akan berimbas pada gangguan pada keintiman fisik Anda berdua. Tentu ini menjadi sebuah tekanan berat.

Keengganan pada dasarnya adalah sebuah asosiasi fisiologis di mana merupakan perilaku sadar seseorang yang mengalami pengalaman emosional berat yang tidak menyenangkan. Karenanya, keengganan seksual adalah sebuah reaksi emosi negatif terhadap seks. Gejala ini adalah persisten yang berulang atau keengganan untuk menghindari aktivitas seksual. Hal ini sering ditemukan pada wanita ketimbang pria.

Psikolog klinis, trauma dan terapis pernikahan Seema Hingorrany mengatakan, “Ada beberapa alasan mengapa orang kehilangan minat pada seks. Gejala ini adalah aktivitas normal. Biasanya terjadi karena mereka sedang mengalami masa menopause, fase sebelum haid, masa pemulihan setelah operasi, serangan stres karena kehilangan pekerjaan, pensiun, atau perceraian. Hal di atas merupakan penyebab normal pada fluktuasi dalam keinginan seksual dan umumnya bersifat sementara.

Pakar hubungan Rachna Kothari menjelaskan, “Keengganan seksual pemicunya ketika Anda mengalami sebuah hal negatif yang berkaitan dengan seks. Biasanya ketakutan akan menghantui Anda, meskipun pengalaman tersebut terjadi tanpa sengaja. Pasalnya, kekhawatiran pengalaman serupa akan kembali datang menjadi alasannya.”

Penyebab

Varkha Chulani, psikolog klinik dan psikoterapis mengatakan, “Tidak ada seseorang yang lahir dengan keenganan seksual,” ujarnya. Pengalaman trauma seperti pemerkosaan, inses, penganiayaan atau bentuk lain dari pelecehan seksual biasanya akan menyebabkan gangguan hilangnya minat seksual. Beberapa orang yang tidak memiliki riwayat trauma pun masih memungkinkan dipengaruhi sikap seksual negatif ini.

Ketakutan ini mungkin akan mengganggu dan kenikmatan hubungan seksual. Ketakutan yang berlebih justru akan menimbulkan rasa sakit selama atau setelah hubungan seksual yang banyak dialami wanita. Gejala ini disebut dispareunia dan dapat menjadi penyebab fisik dan emosional hilangnya minat seksual mereka. Dan hal inilah yang menjadi alasan seseorang untuk melancarkan penolakan seksual,” kata Hongorrany.

Kurangnya pengetahuan tentang seksualitas dan anatomi seksual manusia dan ketidaksukaan dari salah satu pasangan juga dapat menjadi alasan untuk penolakan tersebut.

Efek

Orang yang menderita keengganan seksual memiliki harga diri yang rendah dan secara sosial tidak aman. Mareka memiliki kecenderungan perasaan cemas dan depresi.

Kothari mengatakan, “Mereka merasa terisolasi dan umumnya merasakan pesimis dalam menjalani kehidupan. Mereka pun bakal sering terserang perasaan panik dengan pikirannya ketika menghadapi situasi yang sama.”

“Hubungan yang penuh dengan kesulitan seksual atau keinginan seksual tidak terpenuhi, kurangnya kemampuan untuk mencapai kesenangan dan minimnya kontak seksual selama bertahun-tahun yang terakumualsi akan menjadikan derita keengganan seksual,” kata Chulani.

Hingorrany mengatakan, konseling dapat membantu mengatasi kesulitan hubungan. Selain itu Anda dapat mencoba terapi individual seperti terapi perilaku kognitif yang dapat membantu pasangan bekerja pada isu-isu pribadi. Terapi untuk gangguan keengganan seksual bisa sangat sukses jika orang bersedia menghadiri sesi-sesi konseling biasa dan pelatihan komunikasi karena membantu pasangan belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik satu sama lain, saling menunjukkan empati dan menyelesaikan perbedaan yang masuk akal bersama, menghargai perasaan masing-masing, dan belajar bagaimana mengekspresikan kemarahan dengan cara yang positif, melakukan kegiatan bersama, menunjukkan kasih sayang dalam rangka mendorong hasrat seksual dan sebagainya. Dengan pelatihan tersebut, pertauatan keintiman pun akan kembali terbina. Efeknya, minat seksual yang semula padam pun kembali menyala.

(tty)

Artikel Terbaru :


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: